No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Mergasih (berasal dari kata megat asih)

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Rumah penduduk (Amaq Mi’ah, Desa Sakra)

4

Keadaan naskah

Baik

5

Ukuran naskah

26 x 3 cm

6

Ukuran teks

 

7

Tebal naskah

9 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris, terdiri dari 126 halaman

9

Huruf, aksara, tulisan

Jejawan

10

Cara penulisan

Setiap halaman terdiri dari satu pupuh (1 pupuh=4 baris)

11

Bahan naskah

Daun lontar (takepan)

12

Bahasa naskah

Sasak, Bali, dan Sanskerta

13

Bentuk naskah

Puisi/tembang

14

Umur naskah

Tidak tahu, sebelum dikenal alat tulis kertas

15

Iluminasi

 

16

Pengarang/penyalin

Mamiq Kertanom (dari Telutuk, Purwadadi, Desa Sakra)

17

Asal usul naskah

Turun-temurun

18

Fungsi sosial naskah

Dibaca/ditembangkan pada acara perkawinan, hajatan, dan sunatan. Jenis-jenis tembang dalam naskah mergasih yakni sinom, pangkur, dan durma.

19

Ikhtisar teks/cerita

Naskah ini mengisahkan perjalanan hidup Mergasih, putra dari Raden Panji.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Jatiswara

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Rumah penduduk (Amaq Mi’ah, Desa Sakra)

4

Keadaan naskah

Pada halaman akhir ada yang terpotong/rusak sehingga naskah tidak bisa terbaca.

5

Ukuran naskah

26 x 3 cm

6

Ukuran teks

 

7

Tebal naskah

9 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris

9

Huruf, aksara, tulisan

Jejawan

10

Cara penulisan

Setiap halaman terdiri dari satu pupuh (1 pupuh=4 baris)

11

Bahan naskah

Daun lontar (takepan)

12

Bahasa naskah

Sasak, Bali, dan Sansekerta

13

Bentuk naskah

Puisi/ tembang

14

Umur naskah

 

15

Iluminasi

 

16

Pengarang / penyalin

Amaq Kertasih (Desa Ukir Mendur, Sakra)

17

Asal usul naskah

Naskah Jatiswara berisi  tentang beberapa pokok ajaran Islam, yakni iman, tauhid, dan makrifat.

18

Fungsi sosial naskah

Khusus dibaca (ditembangkan) pada acara sunatan

19

Ikhtisar teks /cerita

Berisi tentang ajaran Islam, yakni perpaduan iman, Islam, tauhid, dan makrifat.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Indar Jaya

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Rumah penduduk (Amaq Mi’ah, Desa Sakra)

4

Keadaan naskah

Baik

5

Ukuran naskah

30,5 cm x 3 cm, terdiri dari 117 halaman

6

Ukuran teks

 

7

Tebal naskah

6,5 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris/halaman

9

Huruf, aksara, tulisan

Jejawan

10

Cara penulisan

Setiap halaman terdiri dari satu pupuh (1 pupuh=4 baris)

11

Bahan naskah

Daun lontar (takepan)

12

Bahasa naskah

Jejawan, Sanskerta, Sasak

13

Bentuk naskah

Puisi/tembang

14

Umur naskah

 

15

Iluminasi

 

16

Pengarang/penyalin

Amaq Kusuma Dinong (Sakra)

17

Asal usul naskah

 

18

Fungsi sosial naskah

khusus untuk Indar Jaya, dibacakan untuk mengobati anak yang bisu (dakoq)

19

Ikhtisar teks /cerita

Kisah seorang Syeikh bernama Sahimerda yang pergi menuntut ilmu selama 7 hari. Selama perjalanan ia tidak pernah meninggalkan salat 5 waktu. Ilmu yang dipelajari ialah ilmu ushul tasawuf yang berisi syariat, tarikat, hakikat, makrifat, dan nasehat-nasehat tentang ibadah salat.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Babad Selaparang

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Rumah penduduk (Amaq Mi’ah, Desa Sakra)

4

Keadaan naskah

Baik

5

Ukuran naskah

26,5 cm x 28 cm, terdiri dari 99 halaman

6

Ukuran teks

 

7

Tebal naskah

7,5 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris/halaman

9

Huruf, aksara, tulisan

Jejawan

10

Cara penulisan

Setiap halaman terdiri dari satu pupuh (1 pupuh=4 baris)

11

Bahan naskah

Daun lontar (takepan)

12

Bahasa naskah

Jejawan, Sanskerta, Sasak

13

Bentuk naskah

Puisi/tembang

14

Umur naskah

 

15

Iluminasi

 

16

Pengarang/penyalin

Amaq Indra (Jenggik, Desa Rarang)

17

Asal usul naskah

 

18

Fungsi sosial naskah

Biasa dibaca (ditembangkan) pada acara hajatan pernikahan, sunatan, dll.

19

Ikhtisar teks /cerita

Naskah ini berisi kisah raja Selaparang yang bernama Kertabumi dan Patih Arya Banjar Getas. Raja Kertabumi bersaudara dengan Raja Pejanggik (Datu Merajakusuma).

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Suluk Sujinah

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Rumah penduduk (Amaq Mi’ah, Desa Sakra)

4

Keadaan naskah

Baik

5

Ukuran naskah

30 cm x 3 cm, terdiri dari 131 halaman

6

Ukuran teks

 

7

Tebal naskah

11cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris/halaman

9

Huruf, aksara, tulisan

Jejawan

10

Cara penulisan

Tiap halaman terdiri dari satu pupuh (1 pupuh=4 baris)

11

Bahan naskah

Daun lontar (takepan)

12

Bahasa naskah

Jejawan, Sanskerta, Sasak

13

Bentuk naskah

Puisi/tembang

14

Umur naskah

 

15

Iluminasi

 

16

Pengarang/penyalin

Amaq Mahmud

17

Asal usul naskah

 

18

Fungsi sosial naskah

Biasa dibaca (ditembangkan) pada acara hajatan pernikahan, sunatan, dll.

19

Ikhtisar teks /cerita

Naskah ini berisi kisah Dende Sujinah yang mengajarkan tarekat. Cerita ini mengupas hakikat di balik syariat, seperti salat 5 waktu dan haji.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Puspakarma

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Milik Bapak Zul Padli. Naskahnya disimpan di sebuah peti khusus untuk menyimpan takepan

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik, meskipun ada bagian tepi yang cuil di lembar-lembar terluar

5

Ukuran naskah

Panjang 28 cm dan lebar 3 cm

6

Ukuran teks

Panjang 22 cm dan lebar 2,5 cm

7

Tebal naskah

6 cm, 105 lembar

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang direbus

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Tidak tertulis dalam naskah, tetapi diperkirakan sekitar 2 abad

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang/penyalin

Tidak diketahui siapa penyalinnya

17

Asal usul naskah

Naskah merupakan warisan dari nenek moyangnya. Tidak dapat ditelusuri asal mula naskah

18

Fungsi sosial naskah

Biasanya digunakan untuk selamatan dan merupakan simbol kesuburan

19

Ikhtisar teks/cerita

Naskah ini mengisahkan seorang Raja Puspakarma yang memerintahkan Ki Kamasan dari dua tempat yang berbeda untuk membuat patung berbahan emas sebagai boneka mainan anak Raja Puspakarma.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Ajarwali

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Milik Bapak Zul Padli. Naskahnya disimpan di sebuah peti khusus untuk menyimpan takepan

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik, meskipun ada bagian tepi yang cuil di lembar-lembar terluar

5

Ukuran naskah

Panjang 25 cm dan lebar 3,5 cm

6

Ukuran teks

Panjang 19,5 cm dan lebar 3 cm

7

Tebal naskah

4,5 cm, 69 lembar

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang direbus

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Tidak tertulis dalam naskah, tetapi diperkirakan sekitar 2 abad

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang/penyalin

Tidak diketahui siapa penyalinnya

17

Asal usul naskah

Naskah merupakan warisan dari nenek moyangnya. Tidak dapat ditelusuri asal mula naskah

18

Fungsi sosial naskah

Dibacakan saat upacara yang bertujuan mengobati anak yang belum bisa bicara, padahal sudah waktunya bisa berbicara

19

Ikhtisar teks /cerita

Naskah ini mengisahkan seekor burung Garuda yang tidak bisa berbicara dan usahanya untuk bisa berbicara.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Tanjung Bangse

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Milik Bapak Zul Padli. Naskahnya disimpan di sebuah peti khusus untuk menyimpan takepan

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik, meskipun ada bagian tepi yang cuil di lembar-lembar terluar

5

Ukuran naskah

Panjang 28 cm dan lebar 3 cm

6

Ukuran teks

Panjang 23 cm dan lebar 2,5 cm

7

Tebal naskah

8 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang direbus

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Tidak tertulis dalam naskah, tetapi diperkirakan sekitar 2 abad

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang / penyalin

Tidak diketahui siapa penyalinnya

17

Asal usul naskah

Naskah merupakan warisan dari nenek moyangnya. Tidak dapat ditelusuri asal mula naskah

18

Fungsi sosial naskah

Dibacakan saat acara perkawinan.

19

Ikhtisar teks /cerita

Naskah ini merupakan kisah pewayangan yang mengisahkan sosok Datu Tanjung Bangsa.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Cilinaya

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Milik Mamiq Dul dan disimpan di sebuah lemari

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik.

5

Ukuran naskah

Panjang 32 cm dan lebar 3 cm

6

Ukuran teks

Panjang 25 cm dan lebar 2,5 cm

7

Tebal naskah

6,5 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang direbus

12

Bahasa naskah

Sasak

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Menurut keterangan pemilik manuskrip, manuskrip Cilinaya berusia sekitar 125 tahun

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang / penyalin

Tidak diketahui siapa penyalinnya

17

Asal usul naskah

Tidak diketahui asal-usul naskah, pemilik naskah mendapatkannya dengan cara barter.

18

Fungsi sosial naskah

Merupakan naskah umum, tidak ada fungsi sosial tertentu.

19

Ikhtisar teks /cerita

Manuskrip ini mengisahkan legenda Putri Cilinaya dan kisah cintanya dengan Raden Panji. Keduanya sebenarnya merupakan sepupu, tetapi terpisah karena saat kecil, Putri Cilinaya menghilang karena diterbangkan badai.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Laduni

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Naskah ini dimiliki oleh seorang penyalin dan kolektor naskah bernama Lalu Saufi. Ia menyimpan naskah-naskahnya dalam sebuah lemari.

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik.

5

Ukuran naskah

Panjang 28 cm dan lebar 3,5 cm

6

Ukuran teks

Panjang 22 cm dan lebar 2 cm

7

Tebal naskah

5,5 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang tidak direbus

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Naskah disalin sekitar 15 tahun yang lalu

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang / penyalin

Lalu Saufi

17

Asal usul naskah

Merupakan naskah salinan

18

Fungsi sosial naskah

Biasanya naskah Laduni dibacakan saat kegiatan pengajian atau kegiatan keagamaan.

19

Ikhtisar teks /cerita

Manuskrip ini berisikan ajaran Islam, yaitu tentang ilmu tasawuf.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Jatiswara

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Naskah ini dimiliki oleh seorang penyalin dan kolektor naskah bernama Lalu Saufi. Ia menyimpan naskah-naskahnya dalam sebuah lemari.

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik.

5

Ukuran naskah

Panjang 38 cm dan lebar 3,5 cm

6

Ukuran teks

Panjang 30 cm dan lebar 2 cm

7

Tebal naskah

3,5 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang tidak direbus

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Naskah disalin sekitar 4 tahun yang lalu

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang / penyalin

Lalu Saufi

17

Asal usul naskah

Merupakan naskah salinan

18

Fungsi sosial naskah

Naskah Jatiswara biasanya dibacakan di acara khitanan.

19

Ikhtisar teks /cerita

Naskah ini merupakan bagian dari Serat Centhini. Naskah Jatiswara mengisahkan seorang pemuda bernama Jatiswara yang mencari saudaranya, Sajati. Dalam pencariannya, Jatiswara bertemu dengan para guru dan ulama serta selalu terlibat dalam dialog keagamaan. Naskah ini mengisahkan pencarian jati diri.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Rengganis

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Naskah ini dimiliki oleh seorang penyalin dan kolektor naskah bernama Lalu Saufi. Ia menyimpan naskah-naskahnya dalam sebuah lemari.

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik.

5

Ukuran naskah

Panjang 35 cm dan lebar 3,5 cm

6

Ukuran teks

Panjang 28 cm dan lebar 3 cm

7

Tebal naskah

3,5 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang tidak direbus

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Naskah disalin sekitar 4 tahun yang lalu

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang / penyalin

Lalu Saufi

17

Asal usul naskah

Merupakan naskah salinan

18

Fungsi sosial naskah

Naskah Rengganis biasa dibacakan di pesta-pesta pernikahan.

19

Ikhtisar teks /cerita

Naskah Rengganis mengisahkan legenda Dewi Rengganis. Dewi Rengganis merupakan putri seorang raja yang ibunya meninggal setelah melahirkannya. Menurut mitos, Dewi Rengganis berteman dengan jin di daerah pegunungan dan merupakan pengawal Dewi Anjani, sosok yang diyakini bertapa di Gunung Rinjani.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Jabal Tope Indra Banyu

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Naskah ini dimiliki oleh seorang penyalin dan kolektor manuskrip bernama Lalu Saufi. Ia menyimpan naskah-naskahnya dalam sebuah lemari.

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik.

5

Ukuran naskah

Panjang 37,5 cm dan lebar 3,5 cm

6

Ukuran teks

Panjang 32 cm dan lebar 3 cm

7

Tebal naskah

3 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang tidak direbus

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Naskah disalin sekitar 4 tahun yang lalu

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang / penyalin

Lalu Saufi

17

Asal usul naskah

Merupakan naskah salinan

18

Fungsi sosial naskah

Naskah umum, hanya digunakan untuk bacaan biasa.

19

Ikhtisar teks /cerita

Naskah ini berisikan tentang kisah-kisah pewayangan.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Jowarsah

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Naskah ini dimiliki oleh seorang penyalin dan kolektor naskah bernama Lalu Saufi. Ia menyimpan naskah-naskahnya dalam sebuah lemari.

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik.

5

Ukuran naskah

Panjang 28 cm dan lebar 3,5 cm

6

Ukuran teks

Panjang 21 cm dan lebar 3 cm

7

Tebal naskah

5,5 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang tidak direbus

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Naskah disalin sekitar 5 tahun yang lalu

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang / penyalin

Lalu Saufi

17

Asal usul naskah

Merupakan naskah salinan

18

Fungsi sosial naskah

Biasanya naskah Jowarsah dibacakan dalam upacara untuk memulai penyimpanan padi di lumbung.

19

Ikhtisar teks /cerita

Sepeninggal Raja Sadal sahdi negeri Sahalsah, kedua anaknya menjadi Raja, Pangeran Sahalsah yang Tua di Kasepuhan dan Pangeran Jawarsah di Kawoman, Jowarsah menyerahkan Keraton kepada Kakaknya dan pergi mengembara.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Usul Tahqiq

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Naskah ini dimiliki oleh seorang penyalin dan kolektor naskah bernama Lalu Saufi. Ia menyimpan naskah-naskahnya dalam sebuah lemari.

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik.

5

Ukuran naskah

Panjang 24,5 cm dan lebar 3,5 cm

6

Ukuran teks

Panjang 17,5 cm dan lebar 3 cm

7

Tebal naskah

2 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang tidak direbus

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Naskah disalin sekitar 4 tahun yang lalu

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang / penyalin

Lalu Saufi

17

Asal usul naskah

Merupakan naskah salinan

18

Fungsi sosial naskah

Naskah ini tidak dibacakan di acara-acara khusus, hanya untuk bahan bacaan dan belajar.

19

Ikhtisar teks /cerita

Berisikan ajaran-ajaran dalam agama Islam, seperti tata cara beribadah yang diturunkan dari hadis.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Kayat Cukur dan Ane Kidung

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Naskah ini dimiliki oleh seorang penyalin dan kolektor naskah bernama Lalu Saufi. Ia menyimpan naskah-naskahnya dalam sebuah lemari.

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik.

5

Ukuran naskah

Panjang 12 cm dan lebar 3 cm

6

Ukuran teks

Panjang 8 cm dan lebar 2,5 cm

7

Tebal naskah

2,5 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang tidak direbus

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Puisi

14

Umur naskah

Naskah disalin sekitar 7 tahun yang lalu

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang / penyalin

Lalu Saufi

17

Asal usul naskah

Merupakan naskah salinan

18

Fungsi sosial naskah

Naskah ini biasa digunakan sebagai media meminta keselamatan. Ukurannya mungil sehingga mudah dikantongi.

19

Ikhtisar teks /cerita

Naskah ini berbentuk mantra dan terdiri dari dua teks yang dijadikan satu. Mantranya merupakan kisah saat Nabi Muhammad dicukur untuk pertama kalinya.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Kawitan Selandir

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Naskah ini dimiliki oleh seorang penyalin dan kolektor naskah bernama Lalu Saufi. Ia menyimpan naskah-naskahnya dalam sebuah lemari.

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik.

5

Ukuran naskah

Panjang 29,5 cm dan lebar 4 cm

6

Ukuran teks

Panjang 23 cm dan lebar 3,5 cm

7

Tebal naskah

3,5 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang tidak direbus

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Naskah disalin sekitar 2 tahun yang lalu

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang / penyalin

Lalu Saufi

17

Asal usul naskah

Merupakan naskah salinan

18

Fungsi sosial naskah

Naskah ini biasa dibacakan untuk anak yang belum bisa berjalan, padahal sudah waktunya untuk bisa berjalan.

19

Ikhtisar teks /cerita

Naskah ini berisikan kisah pewayangan Sasak, yaitu tokoh Selandir. Selandir merupakan putra Raja Sailan. Tetesan darah Nabi Idris yang bernama Basirin mengalir di tubuh ibunya. Selandir sangat kuat dan memiliki postur tubuh yang besar.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Puri Medayin

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Naskah ini dimiliki oleh seorang penyalin dan kolektor naskah bernama Lalu Saufi. Ia menyimpan naskah-naskahnya dalam sebuah lemari.

4

Keadaan naskah

Naskah dalam kondisi baik.

5

Ukuran naskah

Panjang 35 cm dan lebar 3,5 cm

6

Ukuran teks

Panjang 28,5 cm dan lebar 3 cm

7

Tebal naskah

1,5 cm

8

Jumlah baris per halaman

4 baris per halaman

9

Aksara

Sasak

10

Cara penulisan

Ditulis dengan pisau khusus yang digoreskan ke alas naskah dan penulisannya rectoverso

11

Bahan naskah

Lontar yang tidak direbus

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Naskah disalin sekitar 4 tahun yang lalu

15

Iluminasi

Tidak ada

16

Pengarang / penyalin

Lalu Saufi

17

Asal usul naskah

Merupakan naskah salinan

18

Fungsi sosial naskah

Biasanya dibacakan di pesta-pesta pernikahan

19

Ikhtisar teks /cerita

Naskah ini berisikan kisah pewayangan, tepatnya mengisahkan Jayeng Rane saat jatuh cinta.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Alquran

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Koleksi pribadi Bapak Ratinah di Monjok Kebon, Mataram.

4

Asal naskah

Naskah ini dibawa oleh Raden Garim yang berasal dari Jawa yang mengembara ke Lombok. Naskah kemudian diwariskan ke keturunan Raden Garim, kemudian kepada muridnya yang berada di sekitar Langgar Sunan Sudar, Monjok Kebon. Selanjutnya, naskah diwariskan kepada Bapak Ahmad yang kemudian sekarang dijaga oleh Bapak Ratinah.

5

Keadaan naskah

Baik dan lengkap. Kertasnya masih utuh dan kuat. Tulisannya masih jelas. Naskah disimpan di dalam kotak kayu dengan ukiran.

6

Ukuran naskah

a.     Ukuran lembaran naskah

Panjang 26 cm, lebar 18 cm

b.     Ukuran ruang teks

Halaman 1 dan 2: kiri 8 cm, kanan 9 cm, atas 9 cm, bawah 9 cm, jarak antarbaris 1 cm

Halaman 3 dst: kiri 5 cm, atas 4 cm, bawah 4,5 cm, jarak baris 1 cm

7

Tebal naskah

579 halaman

8

Jumlah baris per halaman

Halaman 1 dan 2: 7 baris

Halaman 3 dst: 15 baris

9

Huruf, aksara, tulisan

Aksara Arab, ukurannya standar, hurufnya ditulis tegak, mudah dibaca, jarak antarhuruf sedang, bekas pena masih tajam dan runcing, dan menggunakan tinta merah dan hitam

10

Cara penulisan

Ditulis bolak-balik, teks ditulis dalam bentuk prosa, dan tidak ada nomor halaman

11

Bahan naskah

Ditulis di atas kertas yang disusun menjadi buku

12

Bahasa naskah

Arab

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Tidak diketahui

15

Pengarang / penyalin

Tidak diketahui siapa penyalinnya

16

Asal usul naskah

Dibawa oleh Raden Garim dari Jawa

17

Fungsi sosial naskah

 

18

Ikhtisar teks /cerita

Teks Alquran ini berisi tentang tata cara peribadatan umat muslim, larangan dan anjuran, tata cara bermasyarakat, sejarah pembuatan langit dan bumi, sejarah nabi dan rasul, janji-janji Allah, hukuman terhadap pelanggaran ketentuan yang berlaku, kisah tentang hari akhir/kiamat, kisah tentang surga dan neraka, kisah pembuatan manusia pertama dan masyarakat terdahulu, kisah bencana yang menimpa manusia, dan kisah binatang serta manfaatnya.

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Fiqh

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Koleksi pribadi Bapak Ratinah di Monjok Kebon, Mataram.

4

Asal naskah

Naskah ini dibawa oleh Raden Garim yang berasal dari Jawa yang mengembara ke Lombok. Naskah kemudian diwariskan ke keturunan Raden Garim, kemudian kepada muridnya yang berada di sekitar Langgar Sunan Sudar, Monjok Kebon. Selanjutnya, naskah diwariskan kepada Bapak Ahmad yang kemudian sekarang dijaga oleh Bapak Ratinah.

5

Keadaan naskah

Naskah dalam keadaan cukup baik, meski tercerai-berai. Bahan naskah yang menggunakan kertas masih utuh, meski bagian pinggiran telah dimakan rayap. Tulisan naskah masih jelas. Naskah disimpan di kotak kayu dengan ukiran.

6

Ukuran naskah

a.     Ukuran lembaran naskah

Panjang 27,5 cm, lebar 17,5 cm

b.     Ukuran ruang teks

Atas 5 cm, bawah 4,5 cm, kiri 5,5 cm, kanan 5,5 cm, jarak baris 1,5 cm

7

Tebal naskah

172 halaman

8

Jumlah baris per halaman

9 baris

9

Huruf, aksara, tulisan

Aksara Arab, ukurannya standar, hurufnya ditulis tegak, mudah dibaca, jarak antarhuruf sedang, bekas pena masih tajam dan runcing, dan menggunakan tinta merah dan hitam

10

Cara penulisan

Ditulis bolak-balik, teks ditulis dalam bentuk prosa, dan tidak ada nomor halaman

11

Bahan naskah

Ditulis di atas kerta yang disusun menjadi buku

12

Bahasa naskah

Arab

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Tidak diketahui

15

Pengarang / penyalin

Tidak diketahui siapa penyalinnya

16

Asal usul naskah

Dibawa oleh Raden Garim dari Jawa

17

Fungsi sosial naskah

 

18

Ikhtisar teks /cerita

Naskah berisi hadis nabi, tata cara peribadatan yang merupakan penjelasan Alquran, doa-doa dalam peribadatan, dan penjelasan para ulama tentang peraturan dalam Alquran

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Surat dari Made Karang Asem

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Koleksi pribadi Bapak Ratinah di Monjok Kebon, Mataram.

4

Asal naskah

Naskah ini dibawa oleh Raden Garim yang berasal dari Jawa yang mengembara ke Lombok. Naskah kemudian diwariskan ke keturunan Raden Garim, kemudian kepada muridnya yang berada di sekitar Langgar Sunan Sudar, Monjok Kebon. Selanjutnya, naskah diwariskan kepada Bapak Ahmad yang kemudian sekarang dijaga oleh Bapak Ratinah.

5

Keadaan naskah

Naskah dalam keadaan cukup baik. Bahan naskah yang menggunakan kertas masih utuh, meski sedikit lusuh. Tulisan naskah masih jelas. Naskah disimpan di kotak kayu dengan ukiran.

6

Ukuran naskah

a.     Ukuran lembaran naskah

Naskah asli: panjang 26 cm, lebar 18 cm

Naskah salinan: panjang 32,5 cm, lebar 21,5 cm

b.     Ukuran ruang teks

Naskah asli: atas 5 cm, bawah 4 cm, kiri 3 cm, kanan 3,5 cm, jarak baris 1 cm

Naskah salinan: atas 4 cm, bawah 3 cm, kiri 3 cm, kanan 1 cm, jarak baris 0,5 cm

7

Tebal naskah

Naskah asli 2 halaman, naskah asli 1 halaman

8

Jumlah baris per halaman

Naskah asli 16 baris, salinan 32 baris

9

Huruf, aksara, tulisan

Aksara Jawa Kuno, ukurannya standar, hurufnya ditulis tegak, mudah dibaca, jarak antarhuruf sedang, bekas pena masih tajam dan runcing, dan menggunakan tinta hitam

10

Cara penulisan

Ditulis satu muka saja, teks ditulis dalam bentuk prosa, dan tidak ada nomor halaman

11

Bahan naskah

Naskah asli ditulis di bagian belakang naskah Alquran milik Raden Garim, sedangkan naskah salinan ditulis di selembar kerta saja

12

Bahasa naskah

Jawa Kuno

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Naskah asli tidak diketahui usianya, naskah salinan diperkirakan 20 tahun menurut kesaksian pemilik, yaitu Bapak Ratinah

15

Pengarang / penyalin

Tidak diketahui siapa penulis naskah aslinya. Namun, naskah salinan ditulis oleh Alm. Bapak Ahmad menurut kesaksian pemilik naskah

16

Asal usul naskah

Dibawa oleh Raden Garim dari Jawa

17

Fungsi sosial naskah

 

18

Ikhtisar teks /cerita

Naskah berisi hadis nabi, tata cara peribadatan yang merupakan penjelasan Alquran, doa-doa dalam peribadatan, dan penjelasan para ulama tentang peraturan dalam Alquran

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Primbon

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Koleksi pribadi Bapak Ratinah di Monjok Kebon, Mataram.

4

Asal naskah

Naskah ini dibawa oleh Raden Garim yang berasal dari Jawa yang mengembara ke Lombok. Naskah kemudian diwariskan ke keturunan Raden Garim, kemudian kepada muridnya yang berada di sekitar Langgar Sunan Sudar, Monjok Kebon. Selanjutnya, naskah diwariskan kepada Bapak Ahmad yang kemudian sekarang dijaga oleh Bapak Ratinah.

5

Keadaan naskah

Naskah dalam keadaan baik dan lengkap. Bahan naskah yang menggunakan kertas masih utuh dan kuat, meski bagian pinggir dimakan rayap. Tulisan naskah masih jelas. Naskah disimpan di kotak kayu dengan ukiran.

6

Ukuran naskah

a.     Ukuran lembaran naskah

Panjang 27 cm, lebar 20 cm

b.     Ukuran ruang teks

Halaman 1: atas 2 cm, bawah 4 cm, kiri 3 cm, kanan 1,5 cm, jarak baris 0,5 cm

Halaman 2 dst: atas 3 cm, bawah 4,5 cm, kiri 3 cm, kanan 4 cm, jarak baris 1,5 cm

7

Tebal naskah

70 halaman

8

Jumlah baris per halaman

13 baris

9

Huruf, aksara, tulisan

Aksara Arab, ukurannya standar, hurufnya ditulis tegak, mudah dibaca, jarak antarhuruf sedang, bekas pena masih tajam dan runcing, dan menggunakan tinta hitam dan merah

10

Cara penulisan

Ditulis bolak-balik, teks ditulis dalam bentuk prosa, dan tidak ada nomor halaman

11

Bahan naskah

Naskah ditulis di atas kertas yang disusun menjadi buku

12

Bahasa naskah

Kawi Sasak

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Naskah tidak diketahui usianya

15

Pengarang / penyalin

Tidak diketahui siapa pengarangnya

16

Asal usul naskah

Dibawa oleh Raden Garim dari Jawa

17

Fungsi sosial naskah

 

18

Ikhtisar teks /cerita

Naskah berisi tentang petanda alam yang terjadi di bulan-bulan tertentu dan berisikan tata cara peribadatan umat Islam, seperti doa ketika sujud dan nama-nama malaikat

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Suluk

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Koleksi pribadi H. Abdul Mutholib di Desa Kidang, Kecamatan Mujur, Praya, Lombok Tengah

4

Asal naskah

Naskah ini dibawa oleh Haji Duta Semu yang berasal dari Mekah yang mengembara ke Jawa. Naskah kemudian dibawa ke Lombok dan diterima oleh Raden Durat di Pujut, Lombok Tengah

5

Keadaan naskah

Naskah dalam keadaan cukup baik. Bahan naskah masih utuh dan kuat, meski sedikit lusuh. Tulisan naskah masih jelas. Naskah dilindungi sampul dari ukiran kayu

6

Ukuran naskah

a.     Ukuran lembaran naskah

Panjang 9,4 cm, lebar 3,3 cm

b.     Ukuran ruang teks

Panjang 7 cm, lebar 3 cm

7

Tebal naskah

101 halaman

8

Jumlah baris per halaman

4 baris

9

Huruf, aksara, tulisan

Aksara Jejawan, ukuran hurufnya kecil dan ditulis tegak, mudah dibaca, jarak antarhuruf sedang, bekas pena masih tajam dan runcing, dan menggunakan tinta hitam, dan bertanda baca Arab serta Latin

10

Cara penulisan

Ditulis satu muka saja, teks ditulis dalam bentuk prosa, dan nomor halaman ditulis dengan menggunakan bilangan Arab dan Latin

11

Bahan naskah

Ditulis di atas lontar yang disusun menjadi keropak

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Ditulis pada tahun 1432 M dan disalin pada tahun 1989 M, tanggal 9 Syawal Rahina Budha, hari Rabu. Usia naskah tertulis di bagian belakang

15

Pengarang / penyalin

Tidak diketahui siapa penulis naskah aslinya

16

Asal usul naskah

Naskah ini dibawa oleh Haji Duta Semu yang berasal dari Mekah yang mengembara ke Jawa. Naskah kemudian dibawa ke Lombok dan diterima oleh Raden Durat di Pujut, Loteng

17

Fungsi sosial naskah

 

18

Ikhtisar teks /cerita

Kitab Suluk ini berkisah tentang sebelum langit dan bumi tercipta, asal dari segala yang ada ialah nur atau cahaya. Cahaya yang terdapat di dalam jiwa yang luhur adalah Tuhan dan Muhammad

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Kitab Nur Muhammad

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Koleksi pribadi H. Abdul Mutholib di Desa Kidang, Kecamatan Mujur, Praya, Lombok Tengah

4

Asal naskah

Naskah ini dibawa oleh Haji Duta Semu yang berasal dari Mekah yang mengembara ke Jawa. Naskah kemudian dibawa ke Lombok dan diterima oleh Raden Durat di Pujut, Lombok Tengah

5

Keadaan naskah

Naskah dalam keadaan cukup baik. Bahan naskah masih utuh dan kuat, meski sedikit lusuh. Tulisan naskah masih jelas. Naskah dilindungi sampul dari ukiran kayu

6

Ukuran naskah

a.     Ukuran lembaran naskah

Panjang 12,8 cm, lebar 2,8 cm

b.     Ukuran ruang teks

Panjang 8 cm, lebar 2,4 cm

7

Tebal naskah

111 halaman

8

Jumlah baris per halaman

4 baris

9

Huruf, aksara, tulisan

Aksara Jejawan, ukuran hurufnya kecil dan ditulis tegak, mudah dibaca, jarak antarhuruf sedang, bekas pena masih tajam dan runcing, dan menggunakan tinta hitam, dan bertanda baca Arab serta Latin

10

Cara penulisan

Ditulis satu muka saja, teks ditulis dalam bentuk prosa, dan nomor halaman ditulis dengan menggunakan bilangan Arab dan Latin

11

Bahan naskah

Ditulis di atas lontar yang disusun menjadi keropak

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Naskah Nur Muhammad ini merupakan naskah salinan yang tertulis hari Selasa, tanggal 9 tahun 2008 di bagian belakang naskah

15

Pengarang / penyalin

Tidak diketahui siapa penulis naskah asli dan penyalinnya

16

Asal usul naskah

Naskah ini dibawa oleh Haji Duta Semu yang berasal dari Mekah yang mengembara ke Jawa. Naskah kemudian dibawa ke Lombok dan diterima oleh Raden Durat di Pujut, Loteng

17

Fungsi sosial naskah

 

18

Ikhtisar teks /cerita

Kitab Suluk ini mengisahakan dunia sebelum langit dan bumi tercipta, asal dari segala yang ada ialah nur atau cahaya. Cahaya yang terdapat di dalam jiwa yang luhur adalah Tuhan dan Muhammad

No

Identifikasi Naskah

Keterangan

1

Judul naskah

Kitab Gagak Mrekum (Napsuh)

2

Nomor naskah

 

3

Tempat penyimpanan naskah

Koleksi pribadi H. Abdul Mutholib di Desa Kidang, Kecamatan Mujur, Praya, Lombok Tengah

4

Asal naskah

Naskah ini dibawa oleh Haji Duta Semu yang berasal dari Mekah yang mengembara ke Jawa. Naskah kemudian dibawa ke Lombok dan diterima oleh Raden Durat di Pujut, Lombok Tengah

5

Keadaan naskah

Naskah dalam keadaan cukup baik. Bahan naskah masih utuh dan kuat, meski sedikit lusuh. Tulisan naskah masih jelas. Naskah dilindungi sampul dari ukiran kayu

6

Ukuran naskah

a.     Ukuran lembaran naskah

Panjang 12,8 cm, lebar 2,8 cm

b.     Ukuran ruang teks

Panjang 10 cm, lebar 2 cm

7

Tebal naskah

93 halaman

8

Jumlah baris per halaman

4 baris

9

Huruf, aksara, tulisan

Aksara Jejawan, ukuran hurufnya kecil dan ditulis tegak, mudah dibaca, jarak antarhuruf sedang, bekas pena masih tajam dan runcing, dan menggunakan tinta hitam, dan bertanda baca Arab serta Latin

10

Cara penulisan

Ditulis satu muka saja, teks ditulis dalam bentuk prosa, dan nomor halaman ditulis dengan menggunakan bilangan Arab dan Latin

11

Bahan naskah

Ditulis di atas lontar yang disusun menjadi keropak

12

Bahasa naskah

Kawi

13

Bentuk naskah

Prosa

14

Umur naskah

Naskah Gagak Mrekum ini merupakan naskah salinan bertanggal Jumat, 12 Dzulqaidah 1030 Hijriah di bagian belakang naskah

15

Pengarang / penyalin

Tidak diketahui siapa penulis naskah aslinya

16

Asal usul naskah

Naskah ini dibawa oleh Haji Duta Semu yang berasal dari Mekah yang mengembara ke Jawa. Naskah kemudian dibawa ke Lombok dan diterima oleh Raden Durat di Pujut, Lombok Tengah

17

Fungsi sosial naskah

 

18

Ikhtisar teks /cerita

Naskah ini berkisah tentang keinginan (nafsu) manusia

No

Identifikasi Naskah

Keterangan